Belajar Tak Selalu di Kelas, Murid SPEMKA Jelajahi Warisan Batik Pekalongan

Pekalongan – Pagi itu, suasana belajar murid SMP Muhammadiyah Pekajangan (SPEMKA) sedikit berbeda. Tidak ada meja dan papan tulis yang menjadi pusat perhatian. Kali ini, Museum Batik Pekalongan menjadi ruang belajar mereka.

Mulai Selasa hingga Kamis, 15–17 September 2026, murid kelas VII, VIII, dan IX secara bergilir mengikuti kunjungan ke Museum Batik Pekalongan. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda kokurikuler SPEMKA, sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan lingkungan, sejarah, dan budaya.

Memasuki ruang-ruang museum, murid diajak melihat lebih dekat perjalanan batik yang selama ini mungkin lebih sering mereka jumpai sebagai pakaian sehari-hari. Di balik setiap kain ternyata tersimpan cerita, proses panjang, kreativitas, serta nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Beragam koleksi batik yang dipamerkan menjadi sumber belajar secara langsung. Murid dapat mengenal sejarah dan perkembangan batik, melihat keragaman motif, hingga memahami bagaimana selembar kain batik melalui berbagai tahapan sebelum akhirnya dapat dikenakan.

Bagi murid SPEMKA, kunjungan ini bukan sekadar berjalan mengelilingi museum. Ada pengalaman baru ketika materi yang biasanya ditemukan dalam buku atau layar kini dapat mereka lihat dari dekat.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bergilir selama tiga hari untuk kelas VII, VIII, dan IX. Dengan pembagian tersebut, setiap kelompok dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan lebih tertib dan mendapatkan pengalaman belajar secara optimal.

Melalui kegiatan kokurikuler seperti ini, SPEMKA terus berupaya menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekitar pun dapat menjadi ruang belajar yang luas, terlebih Pekalongan memiliki kekayaan budaya batik yang begitu dekat dengan kehidupan murid.

Dari Museum Batik Pekalongan, mereka tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru. Ada pula pesan sederhana yang diharapkan tumbuh dalam diri setiap murid: mengenal budaya sendiri adalah salah satu langkah untuk ikut menjaganya.

SPEMKA – Saleh, Ramah, Unggul.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top